Rabu, 10 Agustus 2011

Mencegah lebih baik daripada mengobati


Pasien kanker sering telat berobat sehingga sulit disembuhkan. Biaya pengobatan pun menjadi mahal karena sebagian besar obat kanker masih diimpor.
PROSES penyembuhan penyakit kanker rupanya tidak hanya melalui kemoterapi, tapi juga mesti didukung perawatan paliatif. Yakni, perawatan kesehatan terpadu yang bersifat aktif dan menyeluruh dengan pendekatan multidisplin yang berintegritas.Hal itu disampaikan dokter Palliative Care Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais dr Maria A. Witjaksono di sela-sela seminar "Perawatan Paliatif Diperlukan Pada Pasien Kanker" di Jakarta, baru-baru ini.
Maria mejelaskan, perawatan paliatif adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga dengan cara deteksi dini, penilaian yang akurat dan mengatasi nyeri serta gejala lain baik fisik psikososial dan spiritual."Tujuannya adalah mengurangi penderitaan pasien, memperpanjang umurnya, meningkatkan kualitas hidupnya, juga memberikan support kepada keluarganya,"ujarnya.Sekalipun harapan hidup pasien makin kecil, yang terpenting sebelum meninggal ia sudah siap secara psikologis dan spiritual menghadapi penyakit yang dideritanya.
Di Indonesia, perawatan paliatif relatif sedikit, hanya ada di enam RS yang menerapkan perawatan tersebut.Perawatan paliatif ini baru dimulai di RS Dr Soetomo (Surabaya) sejak 19 Februari 1992, disusul RS Cipto Mangunkusumo (Jakarta), RS Kanker Dharmais (Jakarta), RS Wahidin Sudirohusodo (Makassar), RS Dr. Sardjito (Yogyakarta) dan RS Sanglah (Denpasar). Di RS Dr Soetomo, perawatan paliatif dilakukan Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri.Pelayanan yang diberikan meliputi rawat jalan, rawat inap (konsultatif), rawat rumah, day care atau tindakan medis yang tidak perlu rawat inap, dan respite care layanan yang bersifat psikologis.
"Nah, inilah bentuk perawat paliatif yang akan diberikan kepada pasien yang terkena penyakit kanker," katanya.Menurut dia, perawatanpaliatif adalah upaya mempersiapkan awal kehidupan baru (akhirat) yang berkualitas. Tidak ada bedanya dengan perawatan kandungan yang dilakukan seorang calon ibu, yang sejak awal kchamilannya rutin memeriksakan diri untuk memastikan kesehatannya dan tumbuhkembang calon bayinya
"Bagi penderita kanker stadium dini, perawatan palimia merupakan pendamping pengobatan medis," ujarnya. Kualitas kehidupan pasien bisa meningkat karena perawatan paliatif diharapkan bisa membantu proses penyembuhan kanker secara keseluruhan. ,Dr spesialis onkologi RS .- Kanker Dharmais Dody Ranuhardy SpPD KHOM mengatakan, deteksi dini penyakit kanker perlu dilakukan oleh masyarakat agar mudah disembuhkan.Menurut Dody, kasus yang sering ditanganinya adalah pasien yang menderita kanker dalam stadium lanjut sehingga sulit disembuhkan dan biaya pengobatannya sangat mahal. Sebab, sebagian besar obat-obat kanker mesti diimpor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar